Showing posts with label olympus. Show all posts
Showing posts with label olympus. Show all posts
Lensa Mirrroless Baru: Sony Pancake, Olympus Macro dan Panasonic Zoom

Lensa Mirrroless Baru: Sony Pancake, Olympus Macro dan Panasonic Zoom

Lensa Mirrroless Baru: Sony Pancake, Olympus Macro dan Panasonic Zoom
Mockup Lensa Olympus - Macro 60mm f/2.8
Setelah minggu yang sibuk dengan dua rilis lensa baru, lensa portrait Olympus 75mm f/1.8 dan lensa zoom Panasonic 12-35mm f/2.8, akan ada lensa mirrorless yang diumumkan lagi dalam minggu-minggu dan beberapa bulan kedepan.
Lensa Mirrroless Baru: Sony Pancake, Olympus Macro dan Panasonic Zoom
Lensa Zoom Pancake - Panasonic X 4-42mm
Yang pertama dari sumber terpercaya, Sony akhirnya akan segera merilis lensa NEX baru pada bulan Juni nanti, dan lensa itu adalah lensa zoom pancake !!! Lensa dengan range 16-50mm f/3.5-5.6 tapi berukuran hampir sekecil lensa Panasonic 14-42mm. Lensa ini juga dikabarkan akan memiliki kualitas bagus, tidak seperti lensa pancake Sony yang sudah ada, contohnya 16mm f/2.8 yg tidak begitu “wah” kualitasnya.
Kemudian akan segera hadir juga lensa makro Olympus 60mm f/2.8 yang akan segera menemani lensa portrait 75mm f/1.8 yang kemarin baru saja dilucurkan. Bentuk dan ukurannya tidak akan jauh beda dengan mock-up yang sudah sering ditampilkan.
Dan terakhir dari Panasonic akan ada lensa zoom 35-100mm f/2.8 yang dikabarkan akan memiliki harga sekitar $ 1.600 dan diumumkan sekitar akhir Agustus. Lensa ini akan melengkapi
Olympus OMD EM5 Termasuk Focus Peaking

Olympus OMD EM5 Termasuk Focus Peaking

Rumor singkat saja, bahwa Olympus akan merelease update firmware Olympus OMD EM5 pada Jumat besok tanggal 14 Desember 2012. Nah katanya nih, update-nya akan berpengaruh pada peningkatan performance EVF dan tambahan fitur yang sangat menarik dan pasti akan menyenangkan para pengguna.
Apa itu ? Belum tahu pasti sampai Olympus mereleasenya tentu saja. Tapi kalau melihat banyaknya request dari pengguna kamera mirrorless dari Olympus (dan juga Panasonic) banyak yang request fitur Focus Peaking seperti pada kamera Sony. Focus Peaking sangat membantu pada saat melakukan fokus lensa secara manual, dimana akan tampil warna pembeda pada tepi (edge) obyek yang dibidik jika telah fokus. Fitur ini sudah lama ada di kamera Sony NEX dan Fuji X-E1.
Sebagai informasi saja, fokus secara manual (MF) diperlukan karena memang kebanyakan lensa-lensa yang dipakai di kamera mirrorless itu bisa lensa third party apa aja, lensa jadul, lensa dari mount lain dengan tambahan adapter. Nah lensa-lensa third party ini tidak bisa AF, harus MF, sehingga fitur penentu fokus tidaknya lensa sangat diperlukan.
Ok, buat pengguna Olympus OMD EM5, ditunggu saja jumat besok, moga beneran dapat update fitur yang bagus.
Lensa Olympus 75-300mm II Dan Kamera Olympus XZ-10 Akan Segera Release

Lensa Olympus 75-300mm II Dan Kamera Olympus XZ-10 Akan Segera Release


Lensa Olympus 75-300mm II
Lensa Olympus 75-300mm II, Image Credit : Digicame.info
Dan di sini adalah gambar pertama dari lensa Olympus 75-300mm II  f/4.8-6.7 untuk Micro Four Thirds (MFT). Lensa ini akan diumumkan minggu depan dan kemungkinan akan lebih murah (dari segi harga) dibandingkan dengan lensa 75-300mm versi yang sekarang. Warna yang tersedia hanya hitam saja. Lensa ini disebut bakal menjadi lensa tele 600mm (35mm equiv) terkecil.
Update: Spec sebagia berikut
  • ZERO coating (one Super ED element, 2 ED elements) total of 18 elements in 13 groups
  • Ukuran filter: 58mm
  • Panjang: 116.5 mm
  • Maksimum diameter: 69mm
  • Berat: 423g
  • Akan dirilis Maret
Kamera Kompak Olympus XZ-10
Kamera Kompak Olympus XZ-10, Image Credit : Digicame.info
Selain itu juga diakan umumkan kamera kompak high-end mereka kamera Olympus XZ-10 pada waktu yang sama.  XZ-10 memiliki lensa dengan aperture lebar f/1,8-2,7 lensa dan akan lebih murah daripada model XZ-2 saat ini.
Update: Spec adalah sebagai berikut
  • Sensor 1/2.3″ CMOS 12MP back-illuminated
  • 5x optical zoom dengan lensa 26-130mm f/1.8-2.7
  • Ukuran 40% lebih kecil dari XZ-2 
  • Berat (termasuk battery dan memory card): 221 g
  • Touch AF shutter control
  • LCD 920 000 dots 3″ touchscreen
  • Full HD video
  • Akan direlease February 2013

kamera baru olympus



Olympus OMD EM5
Dari salah satu sumber bahwa pada acara Photokina Olympus berencana akan meluncurkan empat kamera baru Micro Four Thirds (M43) dalam 8-10 bulan ke depan, dan juga satu kamera Four Third. Apa saja kamera baru Olympus tersebut ?
  1. Kamera entry level Olympus E-PM dan E-PL baru akan diluncurkan pada Photokina. Mereka akan menawarkan upgrade dan beberapa teknologi OMD E-M5 seperti autofocus sama super cepat.
  2. Akan ada satu lagi kamera baru model Olympus OM-D ditempatkan di atas E-M5, level PRO atau high-end seperti yang pernah dirumorkan sebelumnya.
  3. Akan ada kamera baru yang merupakan “jenis” baru dari seri Micro Four Third (M43)
  4. Sebuah sumber terpercaya (yang sering benar di masa lalu) menegaskan bahwa Olympus telah menjadwalkan rilis untuk kamera DSLR baru mereka Olympus E-7 sebagai mengganti E-5 untuk paruh kedua tahun 2013.

Kamera DSLR Olympus E-5
Yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana Olympus E-7 dapat bersaing dengan kamera DSLR dengan sensor APS-C lainnya terutama dari segi kualitas gambar ? Seperti kita ketahui, ukuran sensor dari E-5 dan E-7 nanti, adalah sama dengan M43, berukuran lebih kecil dari sensor APS-C. Tentu orang akan bertanya-tanya jika Olympus sudah memiliki kamera mirrorless dengan ukuran sensor sama, sudah weather-sealed pula, tetapi dengan  body yang jauh lebih mungil seperti kamera OMD EM-5, terus buat apa kamera semacam E-5 yang berukuran lebih besar dan lebih berat ?
Sementara itu sumber lain mengatakan bahwa penerus OMD E-M5 mungkin akan diluncurkan juga pada tahun 2013, tetapi ini hanya spekulasi berdasarkan cycle life-time suatu produk yang biasanya berumur 1 s/d 1.5 tahun.
Bagaimanapun sangat menarik melihat Olympus tetap ngotot untuk bersaing terutama di market mirrorless, melihat kesuksesan OMD, saya yakin mereka juga akan sukses mendapatkan market yang signifikan.

Kamera DSLR Olympus E-5


Kamera DSLR Olympus E-5
Bulan lalu Olympus membuat pernyataan resmi bahwa mereka bekerja pada sebuah body kamera pro baru untuk lensa Four Thirds yang akan menggantikan kamera DSLR Olympus E-5. Ini menegaskan bahwa perusahaan bekerja pada ide-ide yang berbeda untuk penerus E-5, termasuk Micro Four Thirds dan body Four Thirds hybrid:
Seperti yang telah disampaikan bahwa pengganti untuk E-5 tidak hanya mengejar kualitas gambar yang tinggi dan kinerja tinggi. Kami juga ingin memberikan manfaat dari ukuran body yang kecil. Anda mungkin ingat kebijakan ini juga merupakan bagian penting dari konsep Four Thirds Empat itu sendiri. Kami sedang mempertimbangkan ide-ide yang berbeda untuk body kamera yang akan menerima lensa Four Thirds, tetapi juga akan memiliki ukuran yang diterima sebagai kamera kompak. Pada saat ini belum ada yang pasti, karena masih ada banyak kemungkinan – bisa jadi Micro Four Thirds, atau Four Thirds, atau kombonasi keduanya sebagai hybrid. Kami sedang mempelajari beberapa pilihan, tapi kita belum memutuskan apa bentuk kamera harus memiliki
Seperti kita ketahui, Olympus memiliki jajaran lensa Four Thirds yang sangat banyak dan sangat berkualitas dari segi optik, tetapi lensa-lensa ini terancam menganggur tidak memiliki body kamera yang baru. Untuk itu Olympus sedang bekerja keras agar user pengguna lensa-lensa ini dapat meneruskan investasi mereka dengan body kamera yang baru, kompak dan memenuhi standard pro untuk menggantikan kamera DSLR Olympus E-5.
Merek Kamera dan jenis-jenisnya

Merek Kamera dan jenis-jenisnya

Berikut ini ulasan merek kamera dan sifat-sifatnya:

Canon – Canon merek yang menekankan pada kemudahan penggunaan. desain antar muka dan menu Canon lebih sederhana dibandingkan dengan yang lain. Canon juga peduli dengan desain kamera dan lensa. Desain kamera dan lensanya banyak pilihan warna dan bentuknya. Dengan desain dan warna yang menonjol, kesannya keren dan profesional. Canon kalau manusia seperti orang gaul.
Fujifilm - Fuji adalah salah satu merek yang sudah cukup lama berkibar dari era film sampai digital. Di era digital, Fuji agak ketinggalan. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, Fuji mulai mengenalkan kamera yang bentuknya seperti kamera film jaman dulu tapi di isi dengan teknologi digital. Fujifilm adalah orang tua tapi semangatnya muda.
Leica – Adalah merek yang sangat konservatif dari desain kamera, lensa maupun filosofinya. Banyak produk Leica yang masih dibuat oleh tangan di Jerman. Karena kualitas bahan dan pekerjaan dengan tangan oleh ahlinya, maka harganya juga jauh lebih tinggi dari kamera DSLR. Leica seperti orang kaya yang tradisional, yang suka mengendarai mobil-mobil mewah jadul contohnya Roll Royce dan fashion dari Prada atau Hermes.
Nikon – adalah merek kamera yang sudah cukup lama berkibar. Sistem Nikon F mount sejarahnya dari tahun 1935. Nikon cukup konservatif dalam desain kamera DSLRnya. Dari model ke model, bentuk, letak tombol dan menunya mirip-mirip. Lensa yang dibuat puluhan tahun yang lalu masih bisa dipakai di kamera DSLR modern (tentunya ada kekurangannya, misalnya tidak bisa auto fokus/metering). Menu Nikon banyak sekali walaupun kameranya model pemula. Orang-orang teknik biasanya menyukai Nikon. Nikon seperti orang geek (orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang sebuah hal dan biasanya begitu dalam sampai ke tahap dimana orang normal gak peduli.)
Olympus – Olympus (spesifiknya Olympus PEN) memiliki desain yang agak tradisional (seperti kamera film) tapi isinya (teknologinya) modern dan up-to-date. Ukurannya relatif ringan dan kecil dibandingkan kamera DSLR biasa. Olympus itu seperti seorang seniman yang senang tampil beda.
Panasonic – Desain kamera Panasonic mementingkan efisiensi, kecepatan dan praktis daripada terlihat keren/cantik. Desainnya berbentuk minimalis dan agak kaku. Panasonic ibaratnya adalah seorang manager yang sibuk tapi bisa menyelesaikan pekerjaan dengan efisien.
Pentax – Pentax pada esensinya adalah merek yang konservatif dan memfokuskan desain kamera DSLR yang memiliki casing yang tahan banting dan cuaca buruk. Banyak lensa Pentax yang unik seperti lensa pancake. Disebut demikian karena terbuat dari logam dan sangat tipis. Pentax itu petualang yang gak ada matinya seperti Indiana Jones.
Sony – Sebagai produsen kamera dan lensa yang relatif baru (sejarahnya dimulai saat mengakuisisi Konica-Minolta), Sony adalah perusahaan yang inovatif dan terus mendesain fitur dan bentuk kamera yang baru dalam waktu yang cukup singkat. Sony meninggalkan desain DSLR yang dianggapnya ketinggalan jaman dan mengembangkan sistem SLT dan Sony NEX. Sony seperti adalah anak muda up to date tentang teknologi (tidak gaptek).
Cocokkah gaya Anda dengan merek pilihan Anda? :)
PS: Ini postingan iseng aja jangan tersinggung ya hehee..

Olympus camera terbaik


Kamera Terbaik 2012 Olympus OMD EM5 (DPReview)
Seperti biasa, di akhir tahun selalu ada pemilihan kamera terbaik. Nah apakah kamera terbaik 2012 yang baru saja kita lewati akhir tahunnya ? Ya, berdasarkan polling yang diselenggarakan oleh DPReview hingga 31 Des 2012, dihasilkan pemenang untuk kamera terbaik 2012 adalah kamera Olympus OMD EM5 dengan pemilih yang terbanyak yang hanya selisih 1% dari pemenang kedua.
Untuk urutan kedua dan ketiga terpilih Nikon D800 dan Canon 5D Mk III. Kedua kamera ini memang tidak selevel baik dari segi harga, hasil foto dan performance dengan OMD. Kedua kamera yang terakhi jelas diperuntukkan untuk pro dengan keunggulan dibidang kualitas high-ISO dan kecepatan tracking AF.
Sebenarnya banyak website fotografi yang mengeluarkan masing-masing pilihannya, tetapi kami ambil dari DPReview karena situs ini sering menjadi rujukan bagi para fotografer dengan pengunjung terbanyak, dan memiliki forum paling aktif. Selengkapnya, silahkan lihat hasilnya disini :http://ridsabs.blogspot.com/2013/02/fuji-dan-olympus-tembus-batas-lensa.html

KAMERA OLYMPUS TERBARU 2013

 OpenPN mendapat kontak dengan Olympus Perancis dan mereka menegaskan beberapa hal terkait kamera terbaru Olympus 2013. Berikut beberapa petunjuknya :
  • Pada akhir tahun 2013, Olympus akan mengungkap kamera baru mereka yang akan sepenuhnya memanfaatkan kinerja yang luar biasa dari lensa 4/3 lama. Kemungkinan Olympus akan mengembangkan teknologi Phase Detect AF, sehingga lensa-lensa lama bisa bekerja maksimal.
  • Kamera baru ini akan memiliki teknologi digital yang paling canggih di pasar.
  • Olympus akan terus memperluas jangkauan optik untuk mount Micro 4/3.
Kata “teknologi paling canggih” dari Olympus ini bisa berarti berbagai hal, berikut beberapa prediksi (atau lebih tepatnya whislist) dari 43rumors.com :
  • Penggunaan sensor 3 layer seperti sensor Foveon yang digunakan Sigma (Seri DP yang menakjubkan pada ISO rendah).
  • Hybrid teknologi untuk viewfinder optical dan elektronik (sepeti yang digunakan oleh Fuji).
  • Seluruhnya menggunakan shutter elektronik (tidak ada penundaan rana, tanpa suara).
Selain itu semua, Olympus baru-baru ini mematenkan teknologi unik dimana viewfinder akan menempel di mata sebagai kacamata, menggabungkan teknologi futuristik dengan menggunakan sebuah kamera Olympus. Kacamata bekerja sebagai semacam jendela bidik (viewfinder) diposisikan langsung di atas mata Anda. Gambar elektronik muncul pada saat kamera dinyalakan dan diarahkan ke obyek foto. Paten Olympus menjelaskan bagaimana hal ini juga akan membantu untuk miniaturirasi kamera karena tidak lagi membutuhkan built-in viewfinder atau layar LCD. Wow .. sangat menarik untuk ditunggu.
penilaian saya mengenai kamera olympus terbaru : 
kamera ini sangat bagus dan layak digunakan oleh para fotografer, karena kamera ini memiliki teknologi digital paling canngih dipasar.

Fuji dan Olympus tembus batas lensa zoom 30x

kali ini postingan saya tentang camera fuji dan olympus karena disini mempunyai keunikan tersendiri.
Fuji dan Olympus merupakan dua nama produsen kamera yang rajin membuat sensasi dengan memproduksi kamera berlensa super-super zoom dalam ukuran yang masih tergolong kompak. Masih ingat bagaimana sebuah kamera berlensa 10x zoom terdengar begitu mengagumkan? Tak lama mulailah perlombaan untuk menambah kemampun zoom lensa mulai 12x, 15x, 18x, 24x hingga 26x zoom. Kini keduanya memperkenalkan kamera baru dengan lensa 30x zoom optik, alias pertama kali dalam sejarah. Fuji meluncurkan FinePix HS10 dan Olympus meluncurkan SP-800UZ. Bagaimana kehebatan keduanya?

Inilah contoh dari Fuji FinePix HS10 :
  • sensor BSI CMOS 10 MP (terdengar aneh?)
  • lensa 24-720mm f/2.8-5.6, zoom diputar manual
  • HD 1080i
  • LCD 3 inci, tiltable
  • sensor shift stabilizer
  • flash hot shoe
  • baterai 4xAA

Dan inilah contoh dari Olympus SP800UZ :
  • sensor CCD 14 MP
  • lensa 28-840mm f/2.8-5.6
  • HD 720p
  • LCD 3 inci
  • sensor shift stabilizer
  • baterai Lithium
Kami secara umum berpendapat, apa yang dilakukan keduanya memang demi meraih penjualan yang tinggi. Fantastisnya kemampuan zoom lensa pada kamera ini memang akan menggoda banyak orang untuk membelinya, khususnya ingin merasakan seperti apa fokal ekstrim dikisaran 700mm itu. Bagi para fotografer serius yang lebih memahami kendala di fokal tele ekstrim mungkin tidak terlalu antusias akan kamera ini. Utamanya tentu karena untuk mendapat gambar yang tajam tanpa blur di kisaran fokal tele misal 500mm, kita perlu memakai shutter setidaknya 1/500 detik. Sudah pasti kecepatan setinggi itu hanya bisa didapat pada kondisi ideal, outdoor dan matahari cukup terik. Hal lain yang meragukan adalah masalah lensa yang mungkin terjadi, seperti distorsi, konsistensi ketajaman dsb karena lensa zoom ini dianggap terlalu panjang.
Tapi kami secara fair mengacungkan jempol untuk Fuji HS10 (seterusnya kami akan tulis Fuji) yang membuat banyak kemajuan dalam mebuat kamera prosumer. Sebaliknya, kami menganggap Olympus SP800UZ (seterusnya kami akan tulis Olympus) hanya sekedar me ‘refresh lineup superzoom mereka. Fuji membuat revolusi sementara Olympus hanya melakukan evolusi. Mengapa? Inilah pendapat kami :
  • Fuji memakai sensor baru dan pertama kali dalam sejarah Fuji, sensor CMOS. Tak sekedar CMOS, sensor ini berteknologi Back Side Illuminated Sensor (BSI-CMOS) yang punya sensitivitas 2x sensor CMOS biasa. Padahal Fuji sudah punya sensor CCD-EXR sendiri yang diakui secara teknis, namun kali ini revolusi besar yang terjadi adalah pemakaian BSI CMOS 1/2.3 inci yang untungnya hanya beresolusi 10 MP saja. Sementara Olympus justru semakin menambah runyam masalah dengan memaksakan memakai sensor CCD berukuran 1/2.3 inci yang dijejali 14 juta piksel. Secara teknologi sensor, Fuji diyakini akan menghasilkan foto yang rendah noise, sementara Olympus bakal mengalami masalah dengan noise.
  • Fuji mendesain lensa 30x dengan cerdas. Lensa Fujinon ini memiliki fokal yang jauh lebih efektif dengan 24mm di posisi wide hingga 720mm di posisi tele. Olympus justru memilih memakai fokal 28mm di posisi wide dan berakhir di 840mm. Bagi kebanyakan pecinta landscape, perbedaan 24mm dan 28mm itu banyak. Tapi bagi pecinta tele, perbedaan 720mm dan 840mm itu tidak terasa. Lensa Fuji pun didesain memakai sistem zoom mekanik seperti lensa SLR, sementara Olympus memakai sistem motor yang boros baterai.
  • Kedua merk ini tergolong terlambat dalam menerapkan fitur HD movie. Tapi hebatnya, dengan sensor CMOS, Fuji bisa membuat fitur HD movie beresolusi 1920×1080 (full HD) sementara Olympus hanya mampu mencapai resolusi HD 1280×720. Keduanya sudah meninggalkan format memory card xD yang lambat dan mahal itu, kini beralih ke SD/SDHC yang lebih universal.
  • Fuji dengan bijak mempertahankan EVF (jendela bidik LCD) sementara Olympus justru meniadakan EVF. Bahkan layar LCD utama Fuji bisa dilipat, lumayan daripada Olympus yang benar-benar fix. Layar LCD keduanya berukuran 3 inci dengan resolusi pas-pasan 230 ribu piksel.
  • Fuji menyasar segmen kamera prosumer pengganti DSLR, sementara Olympus hanya menyasar segmen kamera superzoom for fun. Ini terlihat dari desain bodi dan fitur lainnya. Fuji memiliki flash hot-shoe, ergonomi yang lebih baik, thread lensa 58mm (untuk filter), putaran mode eksposur (P/A/S/M), tombol cepat untuk ISO, AF dsb, tombol AE lock hingga RAW file format. Sungguh lengkap dan serasa memakai DSLR.

camera saku 2013

wah disini banyak banget pilihan buat para pecinta fotografi saya sengaja posting ini buat teman semua agar bisa memotret secara bagus dengan harga murah dan bergaya klasik dantidak ketinggalan jaman dengan DSLR Kamera saku untuk kebutuhan outdoor yang didesain tangguh dan tahan air pilihannya memang tidak terlalu banyak. Tiap merk paling hanya punya satu atau dua versi dan harganya juga lebih mahal. Tapi buat yang senang berpetualang, kamera saku tangguh lebih menarik untuk dipunyai karena tak perlu kuatir kameranya rusak kalau dipakai dalam kondisi ekstrim, hingga masuk ke air sekalipun. Di awal tahun ini berikut pilihan kamera outdoor waterproof yang bisa kami rangkum untuk anda.

Pentax WG-3 : bodi kekar, bukaan lensa besar

Add caption

Pentax WG-3 memakai sensor 16 MP dengan stabilizer, lensa 25-100mm f/2-4.9 yang membuatnya percaya diri dipakai di kondisi kurang cahaya. Kamera ini bisa dibilang tahan segalanya, seperti air (hingga 13 meter), debu dan suhu -10 derajat, bahkan saat dijatuhkan dari ketinggian 2 meter pun masih tidak apa-apa. Lupa menduduki kamera ini saat disimpan di saku belakang celana anda? Tak usah kuatir, kamera ini tahan tekanan dan tidak akan retak hanya karena kedudukan.
Untuk menebus semua kehebatannya, siapkan dana 3,5 jutaan rupiah. Versi lain ada WG-3 GPS yang sesuai namanya, sudah dibekali penerima GPS untuk geotagging.

Nikon Coolpix AW110 : siap menyelam sampai dalam

nikon-aw110
Nikon Coolpix AW110 punya sensor CMOS 16 MP dengan layar OLED dan lensa 28-140mm plus stabilizer VR. Selain dilengkapi GPS dan WiFi (yang mana sebuah penambahan fitur yang berguna) kamera ini juga mampu diajak menyelam sampai kedalamam 18 meter, dan tentu tahan jatuh hingga 2 meter, suhu dingin -10 derajat dan tahan debu.
Sama seperti Pentax diatas, harga Nikon ini juga di kisaran 3,5 jutaan. Bila ingin Nikon underwater yang terjangkau juga ada pilihan Nikon S31 seharga 1 jutaan yang cuma bisa menyelam hingga 4,5 meter saja.

Olympus Stylus Tough TG-830 iHS : harga dan kemampuan yang berimbang

olympus-tg-830-ihs
Untuk pilihan yang lebih terjangkau namun tak kalah mantapnya, ada Olympus Stylus Tough TG-830 iHS yang punya sensor 16 MP dengan stabilizer dan lensa 28-140mm. Kemampuan outdoornya diantaranya bisa dibawa menyelam hingga 10 meter, tahan jatuh dari ketinggian 2 meter, tahan suhu hingga -10 derajat dan tahan debu. Fitur bawaan diantaranya built-in GPS untuk geotagging. Harganya sekitar 2,8 jutaan. Untuk versi lebih terjangkau ada juga Stylus Tough TG-630 iHS 12 MP tanpa GPS, harga 2 jutaan.

Sony Cyber-shot DSC-TX30 dan TF1 : kamera-kamera outdoor yang stylish

sony-dsc-tx30
Sony Cyber-shot DSC-TX30 adalah kamera tahan air hingga 10 meter yang tertipis di dunia. Lensa Zeissnya bisa menjangkau dari 26-130mm dengan sensor 18 MP plus OIS. Layar OLED di belakang sangat lebar dan dioperasikan dengan sistem sentuh, entah apakah sistem ini efektif bila kita memakai sarung tangan. Fitur lainnya, kamera ini tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter dan tahan suhu dingin hingga -10 derajat.
sony-dsc-tf1
Sedangkan Cyber-shot TF1 dibuat untuk yang tidak perlu layar sentuh, namun tetap memiliki fitur khas kamera outdoor seperti tahan air hingga 10 meter. Sensor kamera ini pakai CCD 16 MP plus OIS, agak unik saat melihat kamera era sekarang yang masih pakai sensor CCD, maka tak heran kalau videonya hanya sampai HD 720p saja.
Harganya kedua kamera ini sekitar 2 jutaan rupiah.

Fujifilm Finepix XP60 : biasa-biasa saja

fuji-xp60
Fujifilm juga punya produk outdoor yaitu Finepix XP60, dengan sensor CMOS 16 MP plus stabilizer, lensa 28-140mm yang bukaannya relatif kecil. Ketangguhannya agak pas-pasan yaitu hanya bisa menyelam hingga 6 meter, lalu tahan jatuh dari ketinggian 1,5 meter. Kabar baiknya, kamera ini bisa memotret sampai 10 foto per detik untuk momen tak terduga.
Estimasi harga jualnya dibawah 2 juta.

SUMBER ILMU TERPECAYA

dunia fotografi

TEKNOLOGI 2013