Fuji dan Olympus tembus batas lensa zoom 30x

kali ini postingan saya tentang camera fuji dan olympus karena disini mempunyai keunikan tersendiri.
Fuji dan Olympus merupakan dua nama produsen kamera yang rajin membuat sensasi dengan memproduksi kamera berlensa super-super zoom dalam ukuran yang masih tergolong kompak. Masih ingat bagaimana sebuah kamera berlensa 10x zoom terdengar begitu mengagumkan? Tak lama mulailah perlombaan untuk menambah kemampun zoom lensa mulai 12x, 15x, 18x, 24x hingga 26x zoom. Kini keduanya memperkenalkan kamera baru dengan lensa 30x zoom optik, alias pertama kali dalam sejarah. Fuji meluncurkan FinePix HS10 dan Olympus meluncurkan SP-800UZ. Bagaimana kehebatan keduanya?

Inilah contoh dari Fuji FinePix HS10 :
  • sensor BSI CMOS 10 MP (terdengar aneh?)
  • lensa 24-720mm f/2.8-5.6, zoom diputar manual
  • HD 1080i
  • LCD 3 inci, tiltable
  • sensor shift stabilizer
  • flash hot shoe
  • baterai 4xAA

Dan inilah contoh dari Olympus SP800UZ :
  • sensor CCD 14 MP
  • lensa 28-840mm f/2.8-5.6
  • HD 720p
  • LCD 3 inci
  • sensor shift stabilizer
  • baterai Lithium
Kami secara umum berpendapat, apa yang dilakukan keduanya memang demi meraih penjualan yang tinggi. Fantastisnya kemampuan zoom lensa pada kamera ini memang akan menggoda banyak orang untuk membelinya, khususnya ingin merasakan seperti apa fokal ekstrim dikisaran 700mm itu. Bagi para fotografer serius yang lebih memahami kendala di fokal tele ekstrim mungkin tidak terlalu antusias akan kamera ini. Utamanya tentu karena untuk mendapat gambar yang tajam tanpa blur di kisaran fokal tele misal 500mm, kita perlu memakai shutter setidaknya 1/500 detik. Sudah pasti kecepatan setinggi itu hanya bisa didapat pada kondisi ideal, outdoor dan matahari cukup terik. Hal lain yang meragukan adalah masalah lensa yang mungkin terjadi, seperti distorsi, konsistensi ketajaman dsb karena lensa zoom ini dianggap terlalu panjang.
Tapi kami secara fair mengacungkan jempol untuk Fuji HS10 (seterusnya kami akan tulis Fuji) yang membuat banyak kemajuan dalam mebuat kamera prosumer. Sebaliknya, kami menganggap Olympus SP800UZ (seterusnya kami akan tulis Olympus) hanya sekedar me ‘refresh lineup superzoom mereka. Fuji membuat revolusi sementara Olympus hanya melakukan evolusi. Mengapa? Inilah pendapat kami :
  • Fuji memakai sensor baru dan pertama kali dalam sejarah Fuji, sensor CMOS. Tak sekedar CMOS, sensor ini berteknologi Back Side Illuminated Sensor (BSI-CMOS) yang punya sensitivitas 2x sensor CMOS biasa. Padahal Fuji sudah punya sensor CCD-EXR sendiri yang diakui secara teknis, namun kali ini revolusi besar yang terjadi adalah pemakaian BSI CMOS 1/2.3 inci yang untungnya hanya beresolusi 10 MP saja. Sementara Olympus justru semakin menambah runyam masalah dengan memaksakan memakai sensor CCD berukuran 1/2.3 inci yang dijejali 14 juta piksel. Secara teknologi sensor, Fuji diyakini akan menghasilkan foto yang rendah noise, sementara Olympus bakal mengalami masalah dengan noise.
  • Fuji mendesain lensa 30x dengan cerdas. Lensa Fujinon ini memiliki fokal yang jauh lebih efektif dengan 24mm di posisi wide hingga 720mm di posisi tele. Olympus justru memilih memakai fokal 28mm di posisi wide dan berakhir di 840mm. Bagi kebanyakan pecinta landscape, perbedaan 24mm dan 28mm itu banyak. Tapi bagi pecinta tele, perbedaan 720mm dan 840mm itu tidak terasa. Lensa Fuji pun didesain memakai sistem zoom mekanik seperti lensa SLR, sementara Olympus memakai sistem motor yang boros baterai.
  • Kedua merk ini tergolong terlambat dalam menerapkan fitur HD movie. Tapi hebatnya, dengan sensor CMOS, Fuji bisa membuat fitur HD movie beresolusi 1920×1080 (full HD) sementara Olympus hanya mampu mencapai resolusi HD 1280×720. Keduanya sudah meninggalkan format memory card xD yang lambat dan mahal itu, kini beralih ke SD/SDHC yang lebih universal.
  • Fuji dengan bijak mempertahankan EVF (jendela bidik LCD) sementara Olympus justru meniadakan EVF. Bahkan layar LCD utama Fuji bisa dilipat, lumayan daripada Olympus yang benar-benar fix. Layar LCD keduanya berukuran 3 inci dengan resolusi pas-pasan 230 ribu piksel.
  • Fuji menyasar segmen kamera prosumer pengganti DSLR, sementara Olympus hanya menyasar segmen kamera superzoom for fun. Ini terlihat dari desain bodi dan fitur lainnya. Fuji memiliki flash hot-shoe, ergonomi yang lebih baik, thread lensa 58mm (untuk filter), putaran mode eksposur (P/A/S/M), tombol cepat untuk ISO, AF dsb, tombol AE lock hingga RAW file format. Sungguh lengkap dan serasa memakai DSLR.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori camera / fujifilm / olympus dengan judul Fuji dan Olympus tembus batas lensa zoom 30x. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://ridsabs.blogspot.com/2013/02/fuji-dan-olympus-tembus-batas-lensa.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: arman syah - Monday, February 25, 2013

Belum ada komentar untuk "Fuji dan Olympus tembus batas lensa zoom 30x"

SUMBER ILMU TERPECAYA

dunia fotografi

TEKNOLOGI 2013