Helm INK VS Helm INX mana yang paling baik ?

Helm INK VS Helm INX



Jakarta - Dua merek helm, INK dan INX beradu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Hasilnya, INK menang karena merek INX dinilai memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek INK milik Eddy Tedjakusuma.

"Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Membatalkan pendaftaran merek INX kelas 09 daftra No.IDM 000220449," kata ketua majelis hakim Ahmad Rosidin saat membacakan putusannya di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Kamis (14/3/2013).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim berpendapat terbukti adanya persamaan pada pokoknya antara merek INK milik Eddy Tedjakusuma dengan merek INX milik Andi Johan. Persamaan tersebut terdiri dari persamaan susunan huruf atau kata, bunyi pengucapan maupun perlindungan jenis barang.

Terkait putusan ini kuasa hukum Eddy, Ludiyanto mengaku puas. Lantaran putusan Pengadilan telah sesuai yang didalilkan pihaknya.

Sementara itu, Andi Johan melalui kuasa hukumnya Irawan Arthen langsung menyatakan keberatan dan akan menempuh upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Jadi Pengadilan tidak mempertimbangkan bukti kami, yang menyebutkan konsumen dan pelanggan tidak bingung dengan adanya kedua merek ini," ujarnya.

Kasus bermula saat Eddy keberatan terhadap pendaftaran merek INX yang mempunyaik kesamaan dengan merek INK miliknya. Eddy menegaskan selaku pemilik hak ekslusif dan pendaftar pertama serta penerus hak atas merek dagang Ink yang diperoleh melalui pengalihan hak dari Tjong Lyanti Tedjakusuma tertanggal 8 Juli 2004. Serta pengalihan ini tercatat di Direktorat Merek pada 26 Juni 2006 No.H4.HC.01.04-791-8177-04.

Merek INK ini juga sudah terdaftar di Direktorat Merek daftar No. 483685 tertanggal 18 Agustus 2000 yang diperpanjang di bawah daftar No.IDM. 000264191 tanggal 18 Agustus 2010 untuk kelas 09 yakni helm. Selain itu juga terdaftar INK Helmets No.IDM 000351661 tanggal 23 Desember 2010 untuk kelas 09.

Pihaknya mempunyai hak khusus memakai sendiri merek dagangan Ink. Namun, ternyata Andi Johan telah mendafatrakan merek dagang INX kelas 09 daftra No.IDM 000220449.

Pemilik Merek INX Bisa Bunuh Diri

Setelah mendengar putusan tersebut, Andi Johan tak kuasa menahan amarahnya usai mendengar kekalahan merek helmnya, INX melawan INK. Bukannya tanpa alasan, sebab Andi merintis usahanya dari nol, dibina Pemda DKI Jakarta dan diakui oleh Dirjen HAKI tetapi malah dikalahkan pengadilan.

"Saya sangat kaget dan benar-benar putusan tidak adil. Saya benar-benar dilecehkan," kata Andi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (14/3/2013).

Kemarahannya bukan tanpa alasan. Andi merintis industrinya dengan utang bank Rp 250 juta pada 2003. Lalu uang tersebut dia gunakan untuk membeli modal membuat home industri helm dengan membuat UD Sumber Rejeki di Sumur Bor, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Pertama kali saya mempekerjakan 15 karyawan," kisah Andi.

Seiring waktu, bisnisnya berkembang. Karyawan bertambah menjadi 60 orang dengan kemampuan produksi 400 helm per hari. Helm hasil buatannya dilepas ke pasaran dengan harga Rp 110 ribu, sementara untuk produk yang sekelas Rp 250 ribu.

Lantas dia pun mendaftarkan merek 3 helm produksinya yaitu INX, GSP dan MDL pada kurun 2008.

"Saya mengurus sesuai prosedur ke Ditjen HAKI, tak ada intervensi sama sekali. Hanya Rp 600 ribu, sertifikat merek didapat," tutur mantan penjual spare part mobil ini.

Kurun 2010, datang kebijakan helm wajib ber-SNI, Andi dibina Dinas Perindustrian DKI Jakarta. Perusahannya pun menjadi CV Sumber Rejeki. Hingga datanglah badai gugatan merek dari helm INK ke pengadilan.

"Saya tahunya merek helm saya digugat dikasih tahu teman, dia baca di koran," kisah wiraswastawan yang sudah kenyang jatuh bangun berusaha.

Latas belakang di atas itulah yang membuatnya sangat marah saat mengetahui Pengadilan Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang memerintahkan mereknya diganti. "Kalau seperti ini saya bisa bunuh diri!," kata Andi.

Menurut Andi, putusan ini sama saja dengan membunuh para UKM. Andi juga mengatakan, putusan PN Jakpus itu sangat terlihat tidak berpihak dengan rakyat kecil. Dirinya pun akan tetap terus memperjuangkan kasus ini sampai titik terakhir.

"Orang kecil kalau berurusan dengan orang besar kalah lah. Tapi saya percaya kasasi MA tidak menutup mata. Kami orang kecil saya minta keadilan," ujar Andi.

Andi pun masih terus mempertanyakan apa yang salah dari merek helm yang dimilikinya. Dirinya meminta di kasasi, hakim memperjelaskan apa yang dipersalahkan dari merek ini.

"Saya masih bertanya apa sih yang salah dari nama INX. Kalau memang permasalahannya itu di nama merk yang sama, coba baca, emang bisa dibaca INX jadi INK ini," ujarnya sedikit emosi.

Seperti diketahui, Andi digugat Eddy Tedjakusuma pemilik merek INK. Kasus bermula saat Eddy keberatan terhadap pendaftaran merek INX yang mempunyai kesamaan dengan merek INK miliknya.

Kasus ini bergulir ke PN Jakpus yang dimenangkan Eddy. Atas vonis ini, Andi langsung kasasi. 
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori motor dengan judul Helm INK VS Helm INX mana yang paling baik ?. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://ridsabs.blogspot.com/2013/04/helm-ink-vs-helm-inx-mana-yang-paling.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: arman syah - Wednesday, April 3, 2013

Belum ada komentar untuk "Helm INK VS Helm INX mana yang paling baik ?"

SUMBER ILMU TERPECAYA

dunia fotografi

TEKNOLOGI 2013