10 Faktor yang mendukung Indonesia BISA ikut Piala Dunia.

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel di bolatotal yang membeberkan 10 alasan mengapa Indonesia tidak mampu ikut Piala Dunia. Kesan pertama bagi saya, artikel ini sangat pesimis dan skeptis. Seakan akan bangsa ini memang mustahil untuk ikut serta dalam kompetisi sekaliber Piala Dunia. Tidak salah memang, namanya juga opini (peace bro hehe). Entah memang saya adalah orang yang memiliki karakater yang condong optimis, tapi bagi saya adalah nothing is impossible.
Saya percaya bangsa ini adalah  bangsa yang besar. Bangsa ini memiliki sebah potensi bisa kita olah secara bersama-sama, khusunya di bidang sepakbola. Mungkin salah satu alasan yang membuat hilangnya harapan akan sepakbola Indonesia ketika kita melihat rangking Indonesia di FIFA yang sangat jauh dibawah. Susah memang untuk mencapai sepuluh besar, tapi masih bisa.

Ketika saya mengetik ide ini di laptop saya, saya teringat akan sosok Nick Vujicic. Beliau adalah seorang motivator yang tidak mempunyai tangan dan kaki. Seluruh badannya hanya setinggi paha orang dewasa. Kalian bisa mencari informasinya lengkap di google. Walaupun begitu, dia mampu melakukan hal-hal yang banyak orang dewasa tidak mampu lakukan, termasuk saya,. Dia mampu bermain selancar (surfing), bermain skateboard, berenang, bermain piano, dan tentunya tanpa tangan dan kaki.
Ini menguatkan hati saya bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini, kalau kita mau berusaha. Tidak terkecuali pada kasus sepakbola Indonesia. Berikut adalah 10 faktor-faktor yang bisa membantu Indonesia masuk ke Piala Dunia:
  1. Gizi. Mengapa ini yang pertama? Ini adalah poin yang menarik. Saya sering mendengar teriakan teman-teman saya ketika menonton pertandingan timnas. Mereka selalu mencemooh fisik pemain timnas yang gampang lelah (terutama memasuki menit 60’) dan memiliki postur tubuh pendek. Alasan bertubuh pendek masih bisa ditangkis dengan kisah ‘tim dari planet lain’ Barcelona yang sebagian besar pemainnya yang bertubuh pendek tapi mampu memenangkan kompetisi bergengsi. Akan tetapi, untuk masalah stamina, ini adalah harga mati.

Image
Disinilah peran gizi yang perlu difokuskan bukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga saja, akan tetapi Dinas Kesehatan juga. Asupan makanan, nutrisi dan gizi yang terbaik merupakan hal wajib diberikan kepada atlet-atlet sepakbola kita. Bukan hanya ketika mereka beranjak dewasa, tetapi mulai hari pertama mereka menendang bola di sekolah sepakbola (SSB) ketika masih anak-anak dulu. Gizi yang terbaik plus latihan yang intensif menghasilkan stamina yang luar biasa dan peningkatan postur badan para pemainnya. Mau bukti? Bandingkan pemain-pemain timnas Jepang pada dekade 60-an yang sebagian besar bertubuh mini dengan pemain timnas Jepang hari ini,
2. Kirim anak-anak berprestasi ke luar negri. Mengapa diluar negri? Karena faktanya pelatihan sepakbola diluar negri (baca : Eropa atau Amerika) lebih baik daripada di dalam negri. Gw pernah denger pepatah, ‘seekor burung kalau ditempatkan di lingkungan burung elang, maka dia akan menjadi elang dan selamanya memiliki kemampuan terbang. Akan tetapi, seorang burung ditempatkan di tempat ayam, dia akan menjadi ayam selamanya dan tidak dapat terbang.’
Image
Lingkungan menentukan prestasi. Dan di luar negri, menurut gw, adalah tempat terbaik bagi calon-calon atlet sepakbola kita untuk berkembang. Dan yang terpenting, jika sudah hebat di negri orang, mereka harus kembali ke Indonesia dan berbakti membela bangsa Indonesia, bukan malah membela negara lain.
3. Pola pikir. Pola pikir yang saya maksud adalah pola pikir yang terdapat pada para orang tua. Saya sering melihat orang tua yang kurang mendukung apabila anaknya mengambil keputusan  menjadi pesepakbola sebagai jalan hidupnya. Orang tua, khusunya di Indonesia, sering melihat profesi pesepakbola adalah profesi yang masih belum jelas masa depannya.
Image
Belum lagi resiko cedera yang  berakibat karir dalam sepakbola bisa selesai seketika. Orang tua lebih senang melihat anaknya mengambil jalan hidup sebagai dokter, pengacara, atau PNS daripada seorang pesepakbola. Padahal mungkin anak tersebut punya potensi dan bakat yang luar biasa dalam mengolah si kulit bundar. Itulah fenomenanya.
Solusinya mungkin adalah dengan meng-edukasi para orang tua agar mau tetap mendukung anak-anak mereka, apapun yang anak-anak mereka inginkan, termasuk sepakbola. Semakin banyak anak-anak yang memutuskan fokus menjadi pesepakbola, semakin ketat persaingan sepakbola di masa depan, dan akan meningkatkan kualitas persepakbolaan nasional.
4. Jaminan kesejahteraan. Masih berhubungan dengan poin nomor 3. Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan salah satu rekan saya yang merupakan atlet PON Jabar. Dia mengungkapkan bahwa hidup atlet di Malaysia jauh lebih enak daripada di Indonesia. Di negara tetangga, atlet diberikan rumah, jaminan kesehatan, gaji tetap, fasilitas lengkap,  pokoknya kehidupan atlet sangat terjamin. Bahkan ketika mereka telah pensiun dari atlet, kehidupan mereka tetap layak.
Image
Sangat kontras dengan di Indonesia. Ini yang menjadikan profesi atlet menjadi tidak menarik di mata orang Indonesia. Tidak heran atlet Indonesia di cabang lain (bulu tangkis salah satunya) banyak yang dibeli oleh Singapura atau Malaysia, karena negara lain menawarkan kehidupan yang terjamin bagi atlet-nya. Sesuatu yang mereka tidak dapat di Indonesia. Kalau pemerintah peka terhadap ini dan mewujudkannya seperti negara lain, pasti atlet-atlet sepakbola kita akan lebih berkerja keras lagi berlatih dan lebih mampu mengharumkan nama Indonesia.
 5. Anak Jalanan. Saya pernah membaca artikel yang menceritakan kisah nyata megenai anak-anak yang sering bermain bola di jalanan salah satu kota di Inggris. Dari sekian banyak anak-anak, ada satu anak bengal yang sangat menonjol permainannya. Sampai suatu hari, pencari bakat melihat potensi anak tersebut dan memasukkan anak tersebut ke akademi sepakbola salah satu klub populer di Inggris, yaitu Everton. Sekarang anak tersebut sudah menjadi megabintang sepakbola dan menjadi striker utama The Three Lions, dialah Wayne Rooney.
Image
Apa makna dari carita tersebut? Tidak semua pesepakbola besar ditemukan di sekolah sepakbola (SSB) atau akademi sepakbola. Banyak calon pemain sepakbola besar di luar sana yang belum mampu bersekolah di SSB, tapi memiliki potensi yang luar biasa. Ini menjadi PR besar bagi pencari bakat untuk menemukan bakat-bakat besar baik di lingkungan sepakbola jalanan, sepakbola di gang-gang sempit, di antar SD, bahkan sepakbola antar kampung. Tentunya harus ada dana beasiswa yang dipersiapkan pemerintah untuk anak-anak berbakat ini.
6. Ajak klub atau timnas negara lain untuk bermain di Indonesia. Ini sudah cukup sering dilakukan oleh Indonesia. Kata kuncinya adalah belajar dari pengalaman. Pengalaman bermain bersama pemain-pemain top dunia adalah sesuatu yang sangat mahal harganya dan harus dimaksimalkan penuh. Memang sekarang kita bosan melihat setiap timnas bermain, pasti kalah.
Image
Akan tetapi, saya percaya dengan pribahasa, bahkan batu pun akan bolong ketika ditetesi air terus menerus. Kalau Indonesia terus belajar dari pengalaman-pengalaman bermain dengan pemain hebat, otomatis pemain kita akan lama kelamaan menjadi pemain hebat juga.
7. Banyak pengusaha-pengusaha Indonesia yang mulai melirik sepakbola. Bukan melirik untuk bermain di lapangan sepakbola tentunya, tetapi untuk berinvestasi dengan membeli saham-saham klub sepakbola diluar negri. Contohnya. Eric Thohir yang membeli sebagian besar saham DC United, klub sepakbola di Amerika Serikat. Dan juga beberapa anak perusahaan dari Bakrie Grup yang membeli saham Brisbane Roar FC di Australia dan CS Vise di Liga Belgia.
Image
Ketika menjadi pemilik suatu klub, tidaklah susah untuk memasukkan pemain, khususnya pemain Indonesia untuk bermain disana. Ini artinya pemain-pemain Indonesia memiliki kesempatan go international. Dengan begitu, skill pemain pribumi kita bisa setara dengan skill pemain internasional.
8. Papua dan kawan-kawannya. Saya kira kita semua setuju kalau banyak pemain sepakbola berbakat lahir dari negri cendrawasih, Papua. Pemain Papua memiliki keunggulan stamina seperti kuda dan skill yang mumpuni. Akan tetapi mengapa saya menyebut Papua dan kawan-kawannya? Indonesia bukan hanya Papua, Bung.
Image
Indonesia beberapa tahun terakhir gencar melakukan program naturalisasi. Ini salah satu cara untuk meng-upgrade secara cepat kualitas timnas kita. Tidak hanya pemain asing yang di-naturalisasi, pemain dari pulau lainnya juga memiliki keunggulan masing-masing. Pemain di Pulau Jawa dengan taktik dan strateginya. Pemain berdarah Sumatera dengan gayanya yang ngotot. Atau pemain asal Sulawesi yang pantang menyerah. Jika semua disatukan, ini akan menjadi kombinasi pemain yang hebat.
9. Badan PSSI. Di artikel sebelumnya, terlihat badan PSSI ini menjadi masalah yang menghambat Indonesia masuk ke Piala Dunia. Mau tidak mau, PSSI adalah lembaga yang sangat penting yang dapat menentukan masa depan Indonesia.
Image
Satu yang perlu digaris bawahi, kepentingan sepakbola Indonesia haruslah berada di atas segala-galanya. Tentu saja di atas kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Saya kira konsep dualisme pada PSSI merupakan hal yang perlu dikoreksi dan dicarikan solusi bersama untuk kemajuan sepakbola kita.
10. Jika memang resiko terburuk Indonesia tidak mampu lolos seleksi masuk PD, Indonesia masih bisa ikut menawarkan diri menjadi tuan rumah.Ketika menjadi tuan rumah, Indonesia otomatis masuk ke dalam putaran final PD. Syarat utama menjadi tuan rumah adalah kualitas dari stadion nasional. Jangan salah, Indonesia memiliki stadion-stadion yang berstandard Internasional. Yaitu Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Jakabaring di Palembang, Stadion Si Jalak Harupat di Kab. Bandung, Stadion Palaran di Samarinda, Stadion Nasional di Pekanbaru, dan Stadion Batakan di Balikpapan.
Image
Bahkan Stadion GBK merupakan salah satu stadion dengan kapasitas penonton terbesar di dunia. Di Bandung sedang dibangun stadion yang didirikan di daerah Gede Bage. Konon katanya, kursi penonton di stadion ini juga mengikuti standard kursi yang ada di stadion Old Traford, Manchester. Di Jakarta, Pak Jokowi juga rencananya akan membangun sebuah stadion berstandard Internasional untuk menggantikan Stadion Lebak Bulus. Kabarnya apabila stadion ini selesai sesuai perencanaan yang telah ada, stadion ini bakal menjadi Allianz Arena nya Indonesia ataupun menyerupai Emirates Stadium yang ada di Inggris. Saya sarankan cari informasi lebih lanjut lagi di google untuk melihat kemegahan stadion-stadion Indonesia.
Dengan stadion-stadion hebat ini, minimal Indonesia masih punya harapan untuk dapat bersaing menjadi tuan rumah Piala Dunia suatu saat nanti.
Orang tua saya dirumah sering berkata, ‘Masa dari 250 juta orang Indonesia ga bisa dicari atau minimal dilatih 11 orang aja yang jago main bola??’ Susah memang, tapi pasti bisa. Jika kita mau, Indonesia pasti BISA. :)
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori bola / teknologi dengan judul 10 Faktor yang mendukung Indonesia BISA ikut Piala Dunia.. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://ridsabs.blogspot.com/2013/10/10-faktor-yang-mendukung-indonesia-bisa.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: arman syah - Sunday, November 3, 2013

Belum ada komentar untuk "10 Faktor yang mendukung Indonesia BISA ikut Piala Dunia."

SUMBER ILMU TERPECAYA

dunia fotografi

TEKNOLOGI 2013