Mendengkur, Efeknya Bisa Sama Seperti Diabetes



 Penelitian terbaru menunjukkan, orang yang ngorok saat tidur mungkin sekali mengalami kerusakan pembuluh darah arteri, sama seperti yang ditemukan pada penderita diabetes. Tetapi bukan sembarang mendengkur, karena suaranya sendiri tak mengganggu kesehatan. Melainkan henti nafas saat tidur atau sleep apneayang menyertai suara dengkuran yang menjadi masalah. Jika pengobatan mendengkur diabaikan akibatnya pada pembuluh darah akan sama merusaknya dengan diabetes.

Gangguan nafas saat tidur atau sleep apneamemerupakan salah satu penyebab berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah. Di antara suara dengkur, saluran nafas penderita sleep apnea bisa tertutup berulang kali hingga tak ada udara yang bisa masuk atau keluar sistem tubuh. Akibatnya, oksigen dalam tubuh turun dan naik secara periodik.

Penurunan kadar oksigen dan peningkatan aktivitas simpatis memicu reaksi berantai yang berujung pada penurunan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tekanan darah yang meninggi merupakan akibat sleep apnea yang paling sering ditemukan. Ya, mendengkur berakibat buruk bagi kesehatan seseorang.

Sementara diabetes telah lama diketahui mempunyai risiko tinggi untuk menderita penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah. Diabetes sendiri kini didapati berhubungan langsung dengan ngorok dansleep apnea. Penelitian ini ingin membandingkan efek buruk mendengkur dan diabetes, terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Penelitian

Para peneliti dari the Carol Davila University and Pharmacy, Bucharest, Rumania membandingkan kondisi pembuluh darah arteri pasien yang mendengkur dan terdiagnosa sleep apnea, dengan penderita diabetes. Para ahli mengumpulkan 20 orang penderita sleep apnea tanpa diabetes, 20 orang penderita diabetes dan 20 orang sehat sebagai pembanding atau kontrol.

Pengukuran lapisan intima media pada arteri karotis dilakukan dengan ultrasound. Lapisan intima dan media diukur ketebalannya, dimana semakin tebal lapisan ini berarti semakin tinggi risiko pasien terganggu kesehatan jantung-pembuluh darah dan stroke.

Hasilnya ketebalan intima media penderita sleep apnea dan diabetes memiliki kemiripan. Penderitasleep apnea 0,94 mm, penderita diabetes 0,89 mm, sedangkan yang sehat hanya 0,64 mm. Disamping itu, arteri penderita sleep apnea dan diabetes juga didapati lebih kaku dibanding orang sehat. Ini menunjukkan ada penurunan fungsi arteri yang sama pada penderita sleep apnea dan diabetes.

Fungsi endothelial juga didapati sama buruknya pada penderita sleep apnea dan diabetes. Pengukuran fungsi endothelial dilakukan untuk melihat kemampuan/kelenturan pembuluh darah melebar dan menyempit. Semakin lentur/kenyal, tentu semakin baik. Pada penderita sleep apnea, aliran dilatasi (melebar) amat terbatas, hanya 7,7 persen. Sementara penderita diabetes hasilnya mirip, yaitu 8,4 persen. Bandingkan dengan yang sehat, 19 persen.

Pasien dengan sleep apnea sedang dan parah memiliki arteri yang lebih kaku dibanding kontrol. Demikian juga dengan penderita diabetes. Dapat disimpulkan bahwa mendengkur dengan sleep apneadan diabetes sama-sama memiliki rIsiko yang tinggi untuk menderita penyakit kardiovaskular.

Penelitian ini menunjukan bahwa tidur ngorok tak bisa disepelekan. Mendengkur memiliki risiko menderita penyakit jantung-pembuluh darah yang sama dengan diabetes. Perawatan sleep apneaamat penting bagi kesehatan.

Jadi, jika Anda temukan sahabat atau kerabat yang mendengkur, jangan cuma ditertawakan. Peringatkan, Anda dapat menyelamatkan nyawanya

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori kesehatan dengan judul Mendengkur, Efeknya Bisa Sama Seperti Diabetes. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://ridsabs.blogspot.com/2013/03/mendengkur-efeknya-bisa-sama-seperti.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: arman syah - Wednesday, March 27, 2013

Belum ada komentar untuk "Mendengkur, Efeknya Bisa Sama Seperti Diabetes"

SUMBER ILMU TERPECAYA

dunia fotografi

TEKNOLOGI 2013